jika aku merasa lelah, kau menyiramku dengan sinar yang terang
jika aku merasa sakit, kau tetap memberi cahaya yang menyilaukan
jika aku kesepian, kau memberi apa yang kau punya
saat sehat,sakit,kesepian,rindu,dan di saat
semua keadaan ini berubah-ubah menimpa diriku
kau tetap memberi sinar paling terang di dunia
kau tetap memamerkan cahayamu
dari dulu hingga saat ini
kau tidak pernah berubah
kau tidak pernah sedikit pun berubah
kau taat kepada-Nya dan akan selalu taat kepada-Nya
tak seperti kami sebagai manusia
manusia yang ingkar kepada-Nya
sedikit saja Allah memberikan ujian kepada manusia
manusia menjadi goyah imannya
kemudian manusia ingkar kepada-Nya yang telah menciptakannya
manusia ingkar atas segala perintah-Nya
manusia ingkar pada janji-janjinya
tetapi matahari tidak!!
sekali sekali matahari tidak pernah membelok
atau berubah dari hal yang tidak semestinya
wahai manusia..
belajarlah dari matahari..
matahari yang selalu menaati perintah-Nya..
selalu dan selalu..
karya : "enchien"
Senin, Desember 22, 2008
Kurindu
jarum panjang berjalan lebih lambat
jarum pendek berjalan sangat lambat
jarum terpanjang&tertipislah yang berjalan sangat cepat
seandainya jarum terpanjang&tertipis itu tidak berjalan
maka jarum-jarum yang lainnya pun tidak akan berjalan
mereka itu saling memengaruhi satu sama lain
begitu pun aku dengan perasaanku
jika aku bisa merasakan sesuatu
berarti aku masih hidup
jika aku tidak bisa lagi merasakan sesuatu
berarti aku telah mati
tetapi sekarang aku berada di keadaan
yang sakit tak terperi
rasa ini sungguh mencekam hidupku
mencuri semua semangatku
menoreh seberkas luka di dalam hati
rindu..rindu..
kurindu..
karya : "enchien"
jarum pendek berjalan sangat lambat
jarum terpanjang&tertipislah yang berjalan sangat cepat
seandainya jarum terpanjang&tertipis itu tidak berjalan
maka jarum-jarum yang lainnya pun tidak akan berjalan
mereka itu saling memengaruhi satu sama lain
begitu pun aku dengan perasaanku
jika aku bisa merasakan sesuatu
berarti aku masih hidup
jika aku tidak bisa lagi merasakan sesuatu
berarti aku telah mati
tetapi sekarang aku berada di keadaan
yang sakit tak terperi
rasa ini sungguh mencekam hidupku
mencuri semua semangatku
menoreh seberkas luka di dalam hati
rindu..rindu..
kurindu..
karya : "enchien"
Jumat, Desember 19, 2008
Aku Sayang Padamu
ku mengenangmu dalam diam
dalam bisikan angin untuk bumi
dalam desiran ombak untuk laut
ku mengenangmu dalam setia
dalam setia embun pada rumput
dalam setia bintang pada malam
kau takkan lenyap dari hatiku
tak bisa terkikis dalam segores marah pun
walau pun berkeping hatiku hancur
walau karam rasa ini dalam lirih
seutuhnya senyummu tak pernah berujung
lamunanku memuat imaji tiap harapanmu
dalam setianya mimpi tentangmu
hanya dengan satu kisah kau indah
dan keyakinan semangatmu hidup di benakku
hingga kau tahu aku sayang padamu
karya : "Ichaz"
dalam bisikan angin untuk bumi
dalam desiran ombak untuk laut
ku mengenangmu dalam setia
dalam setia embun pada rumput
dalam setia bintang pada malam
kau takkan lenyap dari hatiku
tak bisa terkikis dalam segores marah pun
walau pun berkeping hatiku hancur
walau karam rasa ini dalam lirih
seutuhnya senyummu tak pernah berujung
lamunanku memuat imaji tiap harapanmu
dalam setianya mimpi tentangmu
hanya dengan satu kisah kau indah
dan keyakinan semangatmu hidup di benakku
hingga kau tahu aku sayang padamu
karya : "Ichaz"
KeGaLauAn HaTi
malam..
akankah engkau menjadi terang?
tuk temani hariku yang gelap?
bintang..
akankah engkau jatuh?
tuk selimuti hatiku di tengah kesunyian?
buat aku hangat.. buat aku hebat..
lindungi aku.. selamatkan aku..
tak peduli siapa dirimu.. apa derajatmu..
ku butuh kedamaian.. ku ingin kehangatan..
di mana engkau berada?
kapan kau datang?
haruskah aku berlari..
untuk menjemputmu?
ajal..
kini semakin datang menjelang
saat waktunya tiba
siapa yang kan berkutat,
tangisi kepergianku?
entahlah,
ku tak tahu..
karya: "Anthie"
akankah engkau menjadi terang?
tuk temani hariku yang gelap?
bintang..
akankah engkau jatuh?
tuk selimuti hatiku di tengah kesunyian?
buat aku hangat.. buat aku hebat..
lindungi aku.. selamatkan aku..
tak peduli siapa dirimu.. apa derajatmu..
ku butuh kedamaian.. ku ingin kehangatan..
di mana engkau berada?
kapan kau datang?
haruskah aku berlari..
untuk menjemputmu?
ajal..
kini semakin datang menjelang
saat waktunya tiba
siapa yang kan berkutat,
tangisi kepergianku?
entahlah,
ku tak tahu..
karya: "Anthie"
fRiEnDsHiP
sahabat ibarat satu janji dalam jati,
tak dapat ditulis,
tak dapat dibaca,
takkan terpisah oleh jarak,
takkan berubah oleh masa,
takkan sirna oleh amarah,
sedetik di mata,
selamanya di jiwa..
karya: "Jatmiko"
tak dapat ditulis,
tak dapat dibaca,
takkan terpisah oleh jarak,
takkan berubah oleh masa,
takkan sirna oleh amarah,
sedetik di mata,
selamanya di jiwa..
karya: "Jatmiko"
SaHaBaT
sahabat adalah tempat terakhir kita,
meminta pertolongan di yaumul hisab nanti.
sahabat yang saleh atau selahahlah,
yang bisa menyelamatkan kita.
karena itu carilah sahabat,
yang saleh atau salehah.
dan jadilah sahabat yang saleh atau salehah!
karya: "Fuad"
meminta pertolongan di yaumul hisab nanti.
sahabat yang saleh atau selahahlah,
yang bisa menyelamatkan kita.
karena itu carilah sahabat,
yang saleh atau salehah.
dan jadilah sahabat yang saleh atau salehah!
karya: "Fuad"
Tips Mengatasi Kemarahan Remaja bag.1
Bab 1
# Ingatlah: kamu tidak gila. Kamu bukanlah keseluruhan masalahnya.
# Bersikaplah terbuka karena ini dapat mengubaha cara kamu mengekspresikan dan menangani kemarahanmu.
# Ambillah kendali pada satu-satunya hal yang dapat kamu kendalikan: dirimu sendiri.
# Kamu dapat memperoleh lebih banyak kepercayaan dan kebebasan dari keluargamu dengan cara membuat mereka memiliki ekspektasi yang lebih realistis terhadap dirimu.
Bab 2
# Merasa marah itu hal yang normal
# Masalah terjadi hanya ketika kita bertindak dalam kemarahan
Bab 3
# Tindakan yang dilakukan saat marah akan merugikan hubunganmu dengan orang lain dan merugikan dirimu sendiri
# Tindakan yang dilakukan saat marah terkadang ilegal
# Bedakan antara mengekspresikan kemarahan dalam kata-kata dan mengekspresikannya dalam tindakan
# Belajarlah untuk mengatasi kemarahanmu dengan terlebih dahulu berkata, "Saat ini aku merasa marah karena ..."
# Pahami bahwa pria dan wanita memiliki kemungkinan yang setara dalam mengekspresikan kemarahan mereka dengan cara-cara yang destruktif
# Ingatlah bahwa kemarahan berkaitan dengan menerapkan kekuatan dan kendali
# Waspadalah terhadap tiga cara untuk menghadapi kemarahan: menginternalisasikannya (memendamnya), terlalu mengendalikannya, dan kurang mengendalikannya
# Pelajari alasan mengapa kamu bertingkah seperti sekarang ini
# Ketahui bahwa, meski kamu telah memiliki masalah perilaku yang telah kamu pelajari ini, kamu dapat melepaskannya
Bab 4
# Ketika kamu terprovokasi untuk marah, ingatlah bahwa tidak ada orang yang marah tanpa alasan sama sekali
# Berikan perhatian pada apa yang sedang terjadi di dalam dirimu alih-alih berfokus pada apa yang orang lain katakan atau lakukan
# Kamu dapat mengendalikan pikiran yang kamu pilih tentang dunia ini, orang lain, dan dirimu sendiri
# Gantikan pikiran-pikiran yang negatif dengan yang positif
# Ketika kamu marah, kamu masih memiliki kendali
# Walaupun orang lain mungkin memprovokasi dirimu, tetapi kamulah yang memilih untuk bertindak dalam kemarahan
# Tanpa memedulikan apa yang orang lain katakan atau lakukan, bertindak dalam kemarahan bersifat destruktif dan pada akhirnya akan menyakiti dirimu
# Kamu hanya memiliki kendali atas dirimu sendiri. Kamu tidak memiliki kendali atas apa yang orang lain katakan atau lakukan
# Terimalah tanggung jawab dan akui bahwa kamu memiliki pilihan dan memegang kendali
# Terimalah perubahan
Bab 5
# Tidak apa-apa kamu merasa marah, tetapi yang menimbulkan masalah adalah cara kamu memilih untuk mengekspresikan kemarahan tersebut
# Bahkan saat kamu sedang berada di puncak kemarahan, kamu masih membuat pilihan tentang bagaimana bertindak
# Orang lain tidak bisa memaksamu untuk bertindak dalam cara tertentu. Ambillah tanggung jawab untuk dirimu sendiri dan akuilah bahwa kamu sendirilah yang memilih tindakanmu
# Kamu bukan seorang yang tidak berdaya, kamulah yang memegang kendalu
# Pandanglah proses membuat perubahan dalam dirimu sebagai sebuah petualangan
Bab 6
# Tidak ada seorang pun yang kemarahannya "meledak" tanpa peringatan. Belajarlah untuk menidentifikasi petunjuk yang menandakan bahwa kamu kan marah
# Petunjuk yang menandakan kemarahan dapat berwujud sensasi, tindakan, atau pemikiran
# Berhati-hatilah saat menulis semua pemikiran marahmu. Berbagai pemikiran ini membakar kemarahanmu dan kemudian membakar pikiranmu dan seterusnya, sehingga berada dalam lingkaran yang berbahaya
# Semakin awal kamu mengetahui bahwa kamu marah, kamu semakin mampu mengendalikan apa yang kamu lakukan dengan kemarahanmu
# Setiap orang memiliki pemicunya sendiri yang pada umumnya memprovokasi kemarahan
# Ketika kamu menjadi sadar terhadap berbagai pemicumu yang paling umum, kamu kan menjadi siaga sebelum kemarahan menguasai dirimu
# Saat kamu diprovokasi oleh pemicu-pemicu umum, belajarlah untuk berkata, "Baik, situasi ini tidak asing. Situasi ini telah memicu kemarahanku sebelumnya. Aku tahu, aku perlu menghadapinya secara berbeda."
Bab 7
# Waktu jeda tidak dimaksudkan sebagai hukuman. Gunakan waktu jeda sebagai alat pengelola kemarahan.
# Ambillah waktu jeda kapan pun kamu menyadari berbagai petunjuk dan pemicu umum kemarahanmu.
# Mengambil waktu jeda untuk dirimu adalah tanggung jawabmu sendiri.
# Pergilah dengan rileks dan tanpa kemarahan. Jangan pergi dengan menamah keruh suasana.
# Kembalilah pada situasi terkait sesegara mungkin, semampumu. Jangan menunggu lebih dari beberapa jam.
# Setelah kemarahanmu mereda, temui pihak lawanmu dan cobalah menyelesaikan masalahnya.
# Jelaskan waktu jeda kepada orang lain ketika kamu masih tenang. Jangan menunggu untuk menjelaskannya saat pertengkaran berlangsung.
# Kamu boleh mengambil lebih dari satu waktu jeda.
# Lakukan latihan untuk waktu jedamu.
# Sesuaikan waktu jedamu agar dapat digunakan dalam situasi lain karena terlihat tidak pantas bagimu untuk meninggalkan ruangan.
# Jika kamu mengambil waktu jeda saat mengemudikan mobil, mintalah semua orang menghentikan segala macam diskusi.
# Selama kamu menggunakan waktu jeda secara konsisten dan benar, kamu tidak akan pernah bertindak dalam kemarahan lagi.
# Menjauh membuatmu kuat, bukan membuatmu lemah.
Bab 8
# Sadari bahwa kamu tidak dapat menjadi rileks dan marah pada saat yang sama, jadi gunakan relaksasi untuk mengusir kemarahanmu.
# Gunakan berbagai latihan relaksasi untuk membantumu mengendalikan tanda-tanda kemarahan seperti: debar jantung yang cepat, kulit yang memerah, suhu tubuh yang meningkat, dan tekanan darah yang tinggi.
# Kelolalah stres dan kemarahanmu dengan melakukan berbagai latihan relaksasi.
# Mulailah latihan relaksasi untuk menenangkan diri atau membuatmu tidur.
Bab 9
# Jika kamu berpikir ke depan tentang kemungkinan konsekuensi dari suatu tindakan, kamu dapat mencegah dirimu melakukannya.
# Pikirkan: Jika aku melakukan ini sekarang, ... mungkin akan terjadi nanti.
# Tindakan kerap kali memiliki konsekuensi jangka pendek dan jangka panjang.
# Beberapa konsekuensi lebih serius dibandingkan konsekuensi lainnya.
# Konsekuensi eksternal adalah konsekuensi yang mengubah hubunganmu dengan dunia.
# Konsekuensi internal adalah konsekuensi yang memengaruhi bagaimana kamu berpikir tentang dirimu.
# Konsekuensi sosial adalah konsekuensi yang memengaruhi hubunganmu dengan orang lain.
# Ingatlah bahwa kemarahan akan menghasilkan konsekuensi negatif dan kendai diri akan menghasilkan konsekuensi positif.
# Dengan mempersiapkan dirimu menghadapi provokasi dan konfrontasi, kamu akan menghadapi situasi tersebut secara lebih efektif.
# Gunakan pemikiran positif untuk mengatasi kemarahanmu.
# Berpikirlah secara positif saat kamu merenungkan kembali konfrontasimu saat marah dulu.
# Biasakan dirimu menulis dalam Jurnal Kemarahan setiap kali kamu menjadi marah.
# Ingatlah bahwa kebiasaan menulis dalam jurnal akan mengubah perilakumu karena memaksamu untuk mengekspresikan kemarahanmu dengan cara yang lebih produktif.
Bab 10
# Masa remaja secara alamiah adalah masa yang kacau.
# Tubuhmu berubah secara signifikan.
# Sekarang tubuhmu sedang memproduksi hormon-hormon yang dapat memengaruhi suasana hati dan emosimu secara sangat kuat.
# Kamu tidak dapat mengendalikan berbagai perubahan hormonal ini, tapi kamu dapat mengendalikan pikiranmu.
# Perubahan dalam pikiran dan tingkah laku memiliki pengaruh pada otak, sebanyak yang dihasilkan oleh pengobatan.
# Kita hanya dapat memikirkan satu hal pada satu waktu.
# Pilihlah apa yang kamu pikirkan.
# Kendalikan hal-hal yang kamu pikirkan atau katakan kepada dirimu dalam benakmu.
# Dengan mengendalikan pikiranmu, kamu akan mengubah emosi dan perilakumu.
# Saat-saat penuh hasrat dapat menyebabkan kita memiliki berbagai pikiran yang tidak rasional.
# Belajarlah untuk menggantikan pikiran yang tidak rasional tersebut dengan yang rasional.
# Jangan menggunakan kata "seharusnya", "semestinya", dan "harus" ketika yang sebenarnya ingin kamu lakukan adalah mengekspresikan sebuah prefensi.
# Jika kamu tidak mampu mengendalikan pikiran marahmu, alihkan perhatianmu darinya.
# Katakan kepada dirimu, "BERHENTI" untuk membantu membungkam pikira marahmu.
# Katakan "tenang" ketika kamu menatik napas dan "damai" ketika kamu mengembuskannya, untuk mengurangi kemarahanmu.
# Ingatlah: kamu tidak gila. Kamu bukanlah keseluruhan masalahnya.
# Bersikaplah terbuka karena ini dapat mengubaha cara kamu mengekspresikan dan menangani kemarahanmu.
# Ambillah kendali pada satu-satunya hal yang dapat kamu kendalikan: dirimu sendiri.
# Kamu dapat memperoleh lebih banyak kepercayaan dan kebebasan dari keluargamu dengan cara membuat mereka memiliki ekspektasi yang lebih realistis terhadap dirimu.
Bab 2
# Merasa marah itu hal yang normal
# Masalah terjadi hanya ketika kita bertindak dalam kemarahan
Bab 3
# Tindakan yang dilakukan saat marah akan merugikan hubunganmu dengan orang lain dan merugikan dirimu sendiri
# Tindakan yang dilakukan saat marah terkadang ilegal
# Bedakan antara mengekspresikan kemarahan dalam kata-kata dan mengekspresikannya dalam tindakan
# Belajarlah untuk mengatasi kemarahanmu dengan terlebih dahulu berkata, "Saat ini aku merasa marah karena ..."
# Pahami bahwa pria dan wanita memiliki kemungkinan yang setara dalam mengekspresikan kemarahan mereka dengan cara-cara yang destruktif
# Ingatlah bahwa kemarahan berkaitan dengan menerapkan kekuatan dan kendali
# Waspadalah terhadap tiga cara untuk menghadapi kemarahan: menginternalisasikannya (memendamnya), terlalu mengendalikannya, dan kurang mengendalikannya
# Pelajari alasan mengapa kamu bertingkah seperti sekarang ini
# Ketahui bahwa, meski kamu telah memiliki masalah perilaku yang telah kamu pelajari ini, kamu dapat melepaskannya
Bab 4
# Ketika kamu terprovokasi untuk marah, ingatlah bahwa tidak ada orang yang marah tanpa alasan sama sekali
# Berikan perhatian pada apa yang sedang terjadi di dalam dirimu alih-alih berfokus pada apa yang orang lain katakan atau lakukan
# Kamu dapat mengendalikan pikiran yang kamu pilih tentang dunia ini, orang lain, dan dirimu sendiri
# Gantikan pikiran-pikiran yang negatif dengan yang positif
# Ketika kamu marah, kamu masih memiliki kendali
# Walaupun orang lain mungkin memprovokasi dirimu, tetapi kamulah yang memilih untuk bertindak dalam kemarahan
# Tanpa memedulikan apa yang orang lain katakan atau lakukan, bertindak dalam kemarahan bersifat destruktif dan pada akhirnya akan menyakiti dirimu
# Kamu hanya memiliki kendali atas dirimu sendiri. Kamu tidak memiliki kendali atas apa yang orang lain katakan atau lakukan
# Terimalah tanggung jawab dan akui bahwa kamu memiliki pilihan dan memegang kendali
# Terimalah perubahan
Bab 5
# Tidak apa-apa kamu merasa marah, tetapi yang menimbulkan masalah adalah cara kamu memilih untuk mengekspresikan kemarahan tersebut
# Bahkan saat kamu sedang berada di puncak kemarahan, kamu masih membuat pilihan tentang bagaimana bertindak
# Orang lain tidak bisa memaksamu untuk bertindak dalam cara tertentu. Ambillah tanggung jawab untuk dirimu sendiri dan akuilah bahwa kamu sendirilah yang memilih tindakanmu
# Kamu bukan seorang yang tidak berdaya, kamulah yang memegang kendalu
# Pandanglah proses membuat perubahan dalam dirimu sebagai sebuah petualangan
Bab 6
# Tidak ada seorang pun yang kemarahannya "meledak" tanpa peringatan. Belajarlah untuk menidentifikasi petunjuk yang menandakan bahwa kamu kan marah
# Petunjuk yang menandakan kemarahan dapat berwujud sensasi, tindakan, atau pemikiran
# Berhati-hatilah saat menulis semua pemikiran marahmu. Berbagai pemikiran ini membakar kemarahanmu dan kemudian membakar pikiranmu dan seterusnya, sehingga berada dalam lingkaran yang berbahaya
# Semakin awal kamu mengetahui bahwa kamu marah, kamu semakin mampu mengendalikan apa yang kamu lakukan dengan kemarahanmu
# Setiap orang memiliki pemicunya sendiri yang pada umumnya memprovokasi kemarahan
# Ketika kamu menjadi sadar terhadap berbagai pemicumu yang paling umum, kamu kan menjadi siaga sebelum kemarahan menguasai dirimu
# Saat kamu diprovokasi oleh pemicu-pemicu umum, belajarlah untuk berkata, "Baik, situasi ini tidak asing. Situasi ini telah memicu kemarahanku sebelumnya. Aku tahu, aku perlu menghadapinya secara berbeda."
Bab 7
# Waktu jeda tidak dimaksudkan sebagai hukuman. Gunakan waktu jeda sebagai alat pengelola kemarahan.
# Ambillah waktu jeda kapan pun kamu menyadari berbagai petunjuk dan pemicu umum kemarahanmu.
# Mengambil waktu jeda untuk dirimu adalah tanggung jawabmu sendiri.
# Pergilah dengan rileks dan tanpa kemarahan. Jangan pergi dengan menamah keruh suasana.
# Kembalilah pada situasi terkait sesegara mungkin, semampumu. Jangan menunggu lebih dari beberapa jam.
# Setelah kemarahanmu mereda, temui pihak lawanmu dan cobalah menyelesaikan masalahnya.
# Jelaskan waktu jeda kepada orang lain ketika kamu masih tenang. Jangan menunggu untuk menjelaskannya saat pertengkaran berlangsung.
# Kamu boleh mengambil lebih dari satu waktu jeda.
# Lakukan latihan untuk waktu jedamu.
# Sesuaikan waktu jedamu agar dapat digunakan dalam situasi lain karena terlihat tidak pantas bagimu untuk meninggalkan ruangan.
# Jika kamu mengambil waktu jeda saat mengemudikan mobil, mintalah semua orang menghentikan segala macam diskusi.
# Selama kamu menggunakan waktu jeda secara konsisten dan benar, kamu tidak akan pernah bertindak dalam kemarahan lagi.
# Menjauh membuatmu kuat, bukan membuatmu lemah.
Bab 8
# Sadari bahwa kamu tidak dapat menjadi rileks dan marah pada saat yang sama, jadi gunakan relaksasi untuk mengusir kemarahanmu.
# Gunakan berbagai latihan relaksasi untuk membantumu mengendalikan tanda-tanda kemarahan seperti: debar jantung yang cepat, kulit yang memerah, suhu tubuh yang meningkat, dan tekanan darah yang tinggi.
# Kelolalah stres dan kemarahanmu dengan melakukan berbagai latihan relaksasi.
# Mulailah latihan relaksasi untuk menenangkan diri atau membuatmu tidur.
Bab 9
# Jika kamu berpikir ke depan tentang kemungkinan konsekuensi dari suatu tindakan, kamu dapat mencegah dirimu melakukannya.
# Pikirkan: Jika aku melakukan ini sekarang, ... mungkin akan terjadi nanti.
# Tindakan kerap kali memiliki konsekuensi jangka pendek dan jangka panjang.
# Beberapa konsekuensi lebih serius dibandingkan konsekuensi lainnya.
# Konsekuensi eksternal adalah konsekuensi yang mengubah hubunganmu dengan dunia.
# Konsekuensi internal adalah konsekuensi yang memengaruhi bagaimana kamu berpikir tentang dirimu.
# Konsekuensi sosial adalah konsekuensi yang memengaruhi hubunganmu dengan orang lain.
# Ingatlah bahwa kemarahan akan menghasilkan konsekuensi negatif dan kendai diri akan menghasilkan konsekuensi positif.
# Dengan mempersiapkan dirimu menghadapi provokasi dan konfrontasi, kamu akan menghadapi situasi tersebut secara lebih efektif.
# Gunakan pemikiran positif untuk mengatasi kemarahanmu.
# Berpikirlah secara positif saat kamu merenungkan kembali konfrontasimu saat marah dulu.
# Biasakan dirimu menulis dalam Jurnal Kemarahan setiap kali kamu menjadi marah.
# Ingatlah bahwa kebiasaan menulis dalam jurnal akan mengubah perilakumu karena memaksamu untuk mengekspresikan kemarahanmu dengan cara yang lebih produktif.
Bab 10
# Masa remaja secara alamiah adalah masa yang kacau.
# Tubuhmu berubah secara signifikan.
# Sekarang tubuhmu sedang memproduksi hormon-hormon yang dapat memengaruhi suasana hati dan emosimu secara sangat kuat.
# Kamu tidak dapat mengendalikan berbagai perubahan hormonal ini, tapi kamu dapat mengendalikan pikiranmu.
# Perubahan dalam pikiran dan tingkah laku memiliki pengaruh pada otak, sebanyak yang dihasilkan oleh pengobatan.
# Kita hanya dapat memikirkan satu hal pada satu waktu.
# Pilihlah apa yang kamu pikirkan.
# Kendalikan hal-hal yang kamu pikirkan atau katakan kepada dirimu dalam benakmu.
# Dengan mengendalikan pikiranmu, kamu akan mengubah emosi dan perilakumu.
# Saat-saat penuh hasrat dapat menyebabkan kita memiliki berbagai pikiran yang tidak rasional.
# Belajarlah untuk menggantikan pikiran yang tidak rasional tersebut dengan yang rasional.
# Jangan menggunakan kata "seharusnya", "semestinya", dan "harus" ketika yang sebenarnya ingin kamu lakukan adalah mengekspresikan sebuah prefensi.
# Jika kamu tidak mampu mengendalikan pikiran marahmu, alihkan perhatianmu darinya.
# Katakan kepada dirimu, "BERHENTI" untuk membantu membungkam pikira marahmu.
# Katakan "tenang" ketika kamu menatik napas dan "damai" ketika kamu mengembuskannya, untuk mengurangi kemarahanmu.
Langganan:
Postingan (Atom)
